Article Detail

Pelayanan Bimbingan Konseling Selama Daring

Tidak terasa pembelajaran secara daring (dalam jaringan) telah berjalan satu tahun lebih. Pembelajaran daring dimulai dengan diterbitkannya Surat Edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19). Tentu saja hal ini merubah kebiasaan pembelajaran yang biasanya tatap muka dan berinteraksi langsung dengan para siswa menjadi tidak ada, dan digantikan melalui sarana pembelajaran melalui internet atau lebih dikenal dengan daring.

Pembelajaran melalui daring tentu saja menjadi tantangan tersendiri bagi para guru, karena dalam daring menghapus interaksi langsung antara guru dan siswa. Interaksi langsung itu sangat penting dimana proses dan perkembangan para siswa dapat diketahui. Oleh karena itu, para guru tertantang untuk kreatif dan inovatif sehingga para siswa bisa memahami pelajaran yang diberikan, tidak terkecuali guru Bimbingan dan Konseling. Berikut ini adalah layanan yang telah diberikan oleh guru bimbingan dan konseling yang dirasa efektif kepada para siswa  yang dilakukan secara online.

Pertama, pendampingan konseling individual. Pendampingan ini adalah layanan konseling individu siswa dengan menceritakan permasalahan yang dihadapinya kepada guru bimbingan dan konseling secara daring. Ada beberapa metode yang digunakan dengan pendampingan ini  yakni berbasis teks (WA, Email), phone call, dan video call. Ketika seorang siswa mempunyai masalah dengan pelajaran ataupun ingin curhat tentang kegelisahan kegelisahan, maka guru Bimbingan Konseling bisa memberikan sapaan pada siswa tersebut. Guru bimbingan dan konseling akan menawarkan siswa secara pribadi untuk memilih layanan bimbingan metode mana yang dirasa nyaman.

Layanan kedua adalah membuka sesi layanan konseling kelompok secara daring. Secara aktif,guru bimbingan dan konseling membentuk kelompok yang terdiri dari 5 sampai 8 orang dalam satu kelas secara acak melalui media zoom atau google meet. Sebelum mengungkapkan permasalahan, kelompok tersebut melakukan ikrar atau janji untuk memegang kerahasiaan atas pembicaraan yang akan dilakukan. Dalam pertemuan tersebut, siswa diminta untuk menceritakan masalah belajarnya satu persatu sehingga diperoleh gambaran sementara penyebab masalah. Kemudian secara sepakat menentukan satu permasalahan yang akan dibahas. Permasalahan yang diungkap oleh klien bisa berupa masalah akademik, pribadi, sosial dan karir tergantung pada permasalahan masing-masing anggota kelompoknya. Dalam layanan ini guru bimbingan dan konseling mengajak seluruh peserta untuk bersama sama untuk membantu untuk memecahkan permasalahan yang dialami oleh temannya. Siswa yang turut serta dalam layanan konseling kelompok biasanya merasa terbantu, karena permasalahannya bisa terselesaikan. Harapannya lain dari proses konseling kelompok ini dapat membantu bagi setiap anggota konseling kelompok untuk dapat belajar dari pengalaman teman dalam memecahkan permasalahannya.

Ketiga, layanan bimbingan klasikal secara daring. Layanan bimbingan klasikal ini guru bimbingan konseling masuk dalam satu kelas secara daring dan terjadwal. Didalam bimbingan klasikal ini, guru bimbingan dan konseling memberikan informasi tentang pengembangan diri dibidang pribadi, sosial, akademik dan karir.  Pada layanan ini, guru bimbingan konseling tidak hanya memberikan menyampaikan informasi saja tetapi ada komunikasi multi arah: interaksi antara guru-siswa (penjelasan informasi/ceramah);interaksi siswa-guru (menjawab pertanyaan guru/memberikan pendapat); interaksi siswa-siswa (diskusi kelompok). Materi layanan bimbingan klasikal seyogyanya diberikan dengan dasar dari kebutuhan para siswa dengan pengungkapan need assesment.

Keempat adalah membuka layanan bimbingan kelompok secara daring. Guru bimbingan konseling memberikan pendampingan kepada siswa yang mempunyai masalah yang sama (homongen). Hal ini didapatkan dari angket yang diberikan siswa melalu sarana google form. Dari angket yang disebarkan tersebut akan diketahui siapa saja, siswa yang mempunyai masalah yang relatif sama. Kemudian guru bimbingan dan konseling akan mengajak siswa siswa tersebut bersama melakukan pertemuan secara daring. Dalam pertemuan tersebut siswa diminta untuk mengungkapkan permasalahan yang dialaminya. Tujuan dari bimbingan kelompok adalah untuk melatih individu bersikap terbuka, mampu berbicara dihadapan orang banyak, melatih siswa agar dapat mengambil sikap, bertanggungjawab, mengambil keputusan, siswa mampu mengembangkan perasaan, pikiran, serta memunculkan tingkah laku baru yang lebih efektif sebagai fungsi pencegahan agar siswa tidak mengalami permasalahan yang menjadi topik dalam bahasan bimbingan kelompok.

Menurut penulis, sebagai salah satu guru bimbingan dan konseling, layanan bimbingan dan konseling secara daring memang sangat dibutuhkan sekali, karena kita bisa terus berinteraksi dengan para siswa. Sebagai salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui bagaimana perkembangan siswa. Tentu saja keberhasilan ini juga di dukung oleh kolaborasi dari semua stakeholder.

Penulis : Dewi Wahyuningsih, S.Pd.

Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment